loading...
loading...
Catatan Si Boy

Catatan Online Ofa Ragil Boy seputar Motivasi Kehidupan, Cerita Cinta Anak Remaja

Menu

Puisi Buah Rindu

Kategori Catatan: Puisi Amir Hamzah

Kumpulan Puisi Tengku Amir Hamzah Buah Rindu (1941). Puisi-puisi karya Amir Hamzah yang terhimpun dalam “Buah Rindu” diterbitkan pada tahun 1941, namun puisi-puisi tersebut ditulis jauh lebih awal dari pada puisi-puisi amir hamzah “Nyanyi Sunyi” yang diterbitkan pada tahun 1937.

Buah Rindu (2) Karya Amir Hamzah

Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dan nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Di waktu ini gelap gulita.

Kicau murai tiada merdu
Pada beta bujang Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
Dalam telingaku seperti dahulu.

Tuan aduhai mega berarak
Yang melipud dewangga raya
Berhentilah tuan di atas teratak
Anak Langkat musyafir lata.

Sesa’at sekejap mata beta berpesan
Padamu tuan aduhai awan
Arah manatah tuan berjalan
Di negeri manatah tuan bertahan?

Sampaikan rinduku pada adinda
Bisikkan rayuanku pada juita
Liputi lututnya muda kencana
Serupa beta memeluk dia.

Ibu, konon jauh tanah Selindung
Tempat gadis duduk berjuntai
Bonda hajat hati memeluk gunung
apatah daya tangan ta’ sampai.

Elang, Rajawali burung angkasa
Turunlah tuan barang sementara
Beta bertanya sepatah kata
Adakah tuan melihat adinda?

Mega telahku sapa
Margasatwa telahku tanya
Maut telahku puja
Tetapi adinda manatah dia !

Dari puisi karya amir hamzah yang berjudul buah rindu tersebut, sejauh ini saya belum mengerti secara gamblang apa arti dari puisi buah rindu tersebut, baik secara nilai estetik, objektif dan lainnya. Jika Anda mengetahuinya maksud dari puisi amir hamzar ini, silakan di share ya..???

loading...

Related For Puisi Buah Rindu