loading...
Catatan Si Boy

Catatan Online Ofa Ragil Boy seputar Motivasi Kehidupan, Cerita Cinta Anak Remaja

Menu

Puisi Cintaku Jauh Di Pulau

Kategori Catatan: Puisi Chairil Anwar

Kumpulan Puisi Chairil AnwarCintaku Jauh Di Pulau. Chairil Anwar adalah seorang penyair yang fenomenal. Banyak puisi-puisi perjuangan karya Chairil Anwar yang sangat populer, salah satu diantaranya yaitu Karawang – Bakasi. Selain itu, Penyair kelahiran Medan, 26 Juli 1922 ini juga banyak menciptakan puisi yang tema tentang cinta. Cintaku Jauh di Pulau, salah satunya.

Puisi percintaan karya Chairil Anwar menggambarkan tentang cinta yang penuh semangat dan keyakinan akan sebuah prinsip, bukan puisi cinta yang meratap-ratap dan/atau puisi cinta patah hati.

Dalam Puisi Cintaku Jauh di Pulau kaya Chairil Anwar ini dapat kita petik hikmah yang begitu besar. Dimana puisi tersebut menceritakan sepasang kekasih yang terpisah oleh jarak dan waktu, namun mereka tetap semangat serta yakin untuk bisa bertemu. Dan berikut adalah isi dari Puisi Chairil Anwar Cinta Jauh di Pulau tersebut. Silakan simak baik-baik

CINTAKU JAUH DI PULAU (CHAIRIL ANWAR)

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

(Chairil Anwar, 1946)

Dari Puisi Karya Chairil Anwar yang berjudul Cintaku Jauh di Pulau, dapat disimpulkan sebagai berikut: Sang kekasih yang menempuh perjalanan jauh dengan perahu inigin menjumpai kekasihnya (gadis manis). Ketika cuaca pada saat itu bagus dan malam bulan yang bersinar. Namun sang kekasih gundah karena terasa tak sampai pada kekasihnya (gadis manis). Perasaan kekasih yang bersedih tak kunjung bertemu sang kekasih (gadis manis). Walaupun air tenang, angin mendayu, ajal telah memanggil (ajal betahta sambil berkata: “Tunjukkan perahu kepangkuanku saja”). Sang kekasih putus asa (amboi). Bertahun-tahun berlayar, parahu yang membawanya akan rusak (perahu bersama kan merapuh). Kematian yang menghadang mangakhiri hidupnya tanpa bertemu sang kekasih (gadis manis) ….

Selebihnya Anda dapat menyimpulkan sendiri tentang puisi cintaku jauh di pulau karya chairil anwar diatas. 😀 😀 😀

loading...

Related For Puisi Cintaku Jauh Di Pulau