Puisi Emha Ainun Nadjib – Kudekap Kusayang Sayang. Jika dilihat dari jumlah larik dan kata-kata Puisi Kudekap Kusayang-Sayang karya Emha Ainun Nadjib, maka puisi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam puisi pendek.
Lewat Puisi ini, Ehma Ainun Nadjib ingin berusaha dengan keteguhan hati nya walaupun sakit yang dirasakan namun akan tetap mengajarkan ilmu keagamaan pada masyarakat.
Ini terbukti dalam kalimat “kudekap mereka, kupanggul, ku sayang-sayang”. Penyair menggunakan kata-kata seprti itu seolah-olah ingin merangkul masyarkatnya dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.
Berikut adalah Bunyi Bait Puisi Ehma Ainun Nadjib, Kudekap Kusayang-sayang
Kudekap Kusayang-sayangKepadamu kekasih kupersembahkan segala api keperihan
|
Puisi karya Emha Ainun Nadjib – Kudekap Kusayang-sayang , apabila kata-katanya diperhatikan secara mendalam, maka kita akan mendapat kesan bahwa kata-kata puisi itu termasuk kata komplek karena hanya terdiri atas sembilan kata kata yang diulang-ulang, yaitu kepadamu, kupersembahkan, kudekap kusayang-sayang, kupangul, mengucur, darah, mereka, tancapkan, pisau, bersegera, mengusapnya, demi, kusumpal, dan kubalut. Yang lainnya adalah pronomina persona pertama (-ku-), persona kedua (kau-), dan pronomina persona ketiga (mereka, ia ).
Yang menarik dan perlu kita perhatikan dalam puisi itu adalah susunan frasa atau kata-katanya. Larik ke-9 (ke dadaku) merupakan pengulangan larik ke-2 (di dadaku), akan tetapi dengan susunan terbalik (inversi).
Selain pembalikan, dalam puisi itupun terdapat penggabungan kata tancapkan, bersegera. Menurut EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) seharusnya ditancapkan/menancapkan.

