loading...
Catatan Si Boy

Catatan Online Ofa Ragil Boy seputar Motivasi Kehidupan, Cerita Cinta Anak Remaja

Menu

Puisi Kudekap Kusayang-Sayang

Kategori Catatan: Puisi Ainun Nadjib

Puisi Emha Ainun NadjibKudekap Kusayang Sayang. Jika dilihat dari jumlah larik dan kata-kata Puisi Kudekap Kusayang-Sayang karya Emha Ainun Nadjib, maka puisi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam puisi pendek.

Lewat Puisi ini, Ehma Ainun Nadjib ingin berusaha dengan keteguhan hati nya walaupun sakit yang dirasakan namun akan tetap mengajarkan ilmu keagamaan pada masyarakat.

Ini terbukti dalam kalimat “kudekap mereka, kupanggul, ku sayang-sayang”. Penyair menggunakan kata-kata seprti itu seolah-olah ingin merangkul masyarkatnya dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.

Berikut adalah Bunyi Bait Puisi Ehma Ainun Nadjib, Kudekap Kusayang-sayang

Kudekap Kusayang-sayang

Kepadamu kekasih kupersembahkan segala api keperihan
di dadaku ini demi cintaku kepada semua manusia
Kupersembahkan kepadamu sirnanya seluruh kepentingan
diri dalam hidup demi mempertahankan kemesraan rahasia,
yang teramat menyakitkan ini, denganmu
Terima kasih engkau telah pilihkan bagiku rumah
persemayaman dalam jiwa remuk redam hamba-hambamu
Kudekap mereka, kupanggul, kusayang-sayang,
dan ketika mereka tancapkan pisau ke dadaku,
mengucur darah dari mereka sendiri,
sehingga bersegera aku mengusapnya,
kusumpal, kubalut dengan sobekan-sobekan bajuku
Kemudian kudekap ia, kupanggul, kusayang-sayang,
kupeluk,
kugendong-gendong, sampai kemudian mereka tancapkan
lagi pisau ke punggungku, sehingga mengucur lagi darah
batinnya, sehingga aku bersegera mengusapnya,
kusumpal,
kubalut dengan sobekan-sobekan bajuku, kudekap,
kusayang-sayang.

Emha Ainun Najib, 1994

Puisi karya Emha Ainun Nadjib – Kudekap Kusayang-sayang , apabila kata-katanya diperhatikan secara mendalam, maka kita akan mendapat kesan bahwa kata-kata puisi itu termasuk kata komplek karena hanya terdiri atas sembilan kata kata yang diulang-ulang, yaitu kepadamu, kupersembahkan, kudekap kusayang-sayang, kupangul, mengucur, darah, mereka, tancapkan, pisau, bersegera, mengusapnya, demi, kusumpal, dan kubalut. Yang lainnya adalah pronomina persona pertama (-ku-), persona kedua (kau-), dan pronomina persona ketiga (mereka, ia ).

Yang menarik dan perlu kita perhatikan dalam puisi itu adalah susunan frasa atau kata-katanya. Larik ke-9 (ke dadaku) merupakan pengulangan larik ke-2 (di dadaku), akan tetapi dengan susunan terbalik (inversi).

Selain pembalikan, dalam puisi itupun terdapat penggabungan kata tancapkan, bersegera. Menurut EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) seharusnya ditancapkan/menancapkan.

loading...

Related For Puisi Kudekap Kusayang-Sayang