Kumpulan Puisi Taufik IsmailPuisi tentang Merokok. Kematian melahirkan duka, namun kadang juga memberi inspirasi. Kematian kerabat akibat kecanduan nikotin, mendorong penyair Taufiq Ismail mengkampanyekan bahaya merokok lewat puisi-puisinya yang menggugah.

Semasa sang kerabat masih hidup, Taufiq kesulitan memberi ‘wejangan’ padanya atas bahaya merokok. Hal itu karena kerabat tersebut adalah seorang profesor di bidang kesehatan. Kerabat itu kini telah tiada. “Karena itulah saya melawan nikotin dengan puisi saya,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Pujangga kelahiran Bukittingi 25 Juni 1935 ini lantas membacakan puisinya berjudul ‘Indonesia Keranjang Sampah Nikotin’.

Pesan Sponsor

Indonesia adalah surga luar biasa ramah bagi perokok
Kalau klasifikasi sorga ditentukan jumlah langit yang melapisinya
Maka negeri kita bagai maskapai rokok, sorga langit ketujuh klasifikasinya
Indonesia adalah keranjang besar
Yang menampung semua sampah nikotin
……………

Meski tak membacakannya, Taufiq juga bercerita tentang puisi nikotin karyanya yang beken yaitu ‘Tuhan Sembilan Centi’.

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
……..

Puisi bahaya nikotin atau merokok karya Taufiq Ismail, mendapat respons positif dari jamaah. Di akhir acara, sejumlah jamaah menghampirinya untuk berfoto bersama maupun memberikan dukungan. “Anak saya seorang dokter spesialis, saya akan memberikan data-data merokok, kerugian yang ditimbulkan akibat merokok pada Bapak,” kata seorang pria beruban dengan bersemangat.

Related Post and Ads: Puisi tentang Bahaya Merokok / Nikotin

Puisi: Malu Aku Jadi Orang Indonesia

Puisi Perjuangan, Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini

Kembalikan Indonesia Padaku

Puisi Membaca Tanda-tanda

Puisi Dengan Puisi, Aku